Oleh Agung Pascasuseno
Bangkok – Misi besar pemerintah Thailand untuk menciptakan masyarakat pembelajar (Learning Society) yang digaungkan sejak zaman perdana menteri Thaksin Shinawatra dibuktikan secara nyata lewat Thailand Creative & Design Center (TCDC). Berdiri secara resmi pada tahun 2004, TCDC memberikan kemudahan akses pengetahuan agar sumber daya manusia Thailand dapat melahirkan produk-produk yang mengangkat desain dan kreativitas untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan nilai tambah ekonomi. Lokasinya tidak lazim mungkin untuk Indonesia. TCDC berada di lantai 6 Emporium Shopping Complex, Bangkok, sebuah pusat perbelanjaan kelas atas. Sebuah tempat produktif berada di tempat orang biasanya konsumtif. Namun jangan salah, TCDC mampu menjadi daya tarik. Semua tergantung pada kemasannya.

Lokasi TCDC sangat mudah dijangkau dan ini merupakan hal paling dasar dalam memberikan kemudahan akses pengetahuan. Transportasi utama Bangkok saat ini adalah Bangkok Mass Transit System (BTS) dengan jalur skytrain sampai 4 tingkat yang mengangkat warga Bangkok dari kemacetan jalanan di bawahnya. Memasuki Bangkok dari bandara Suvarnabhumi yang berjarak 30 km dapat ditempuh selama 30 menit dengan merogoh kocek sekitar Rp. 13.500,00. Bila memiliki uang lebih jalur express dapat jadi pilihan. Suvarnabhumi – Bangkok dapat ditempuh hanya dalam 17 menit dengan membayar sekitar Rp. 45.000,00. Tiba di Bangkok pada stasiun Phaya Thai kemudian menuju stasiun Phrom Phong yang terhubung langsung dengan Emporium Shopping Complex hanya membutuhkan 13 menit dengan biaya sekitar Rp. 9.000,00.

Naik ke lantai 6, TCDC berbagi lantai dengan bioskop Emporium. Area TCDC cukup luas dengan mencakup lobby, restoran, area pameran, ruang serba guna, kafe, resource center, dan toko. Melihat berbagai fasilitas ini dapat membuat terkagum-kagum sekaligus iri. Lobby menjadi showcase produk-produk potensial untuk para investor dan pengusaha. Uniknya, ada pula semacam rak kaca sebagai tempat bertukar kartu nama antara orang kreatif, investor, konsultan, perusahaan, dan penyalur. Toko TCDC adalah sebuah laboratorium riset pasar. Di tempat ini usaha-usaha kecil diberikan kesempatan melakukan tes pasar untuk produk-produk kreatif mereka.

Tempat yang paling membuat terpukau tiada lain adalah resource center. Resource center memiliki lebih dari 26.000 buku dan 250 majalah dan jurnal yang mencakup bidang desain dan kreativitas seperti sejarah seni, desain interior, arsitektur, fesyen, tekstil, desain grafis, film, dan fotografi. Tak terlewat pula bidang yang bersifat umum seperti ekonomi dan sosial. Para anggota TCDC mendapat akses database seni, desain, industri kreatif Thailand, sampai informasi pasar global. Fasilitas lain untuk anggota adalah akses internet, ruang multimedia dan film, dan database Material ConneXion yang berisi data bahan tekstil, kayu, plastik, metal, dan bahan lainnya. Koleksi dan fasilitas menggiurkan didukung oleh tempat yang sangat nyaman dan tenang sehingga dapat membuat orang-orang betah menghabiskan waktu berjam-jam di resource center.

Tidak ada yang rumit dari metode TCDC untuk melahirkan produk dan pengusaha kreatif. Fasilitas, jaringan, database, dan dana yang berbicara di sini. Kerja keras yang berbicara lebih banyak lagi. Menurut Managing Director TCDC Apisit Laistrooglai, ada 4 langkah utama TCDC:
1. Menginspirasi orang banyak melalui pameran dan even. TCDC memiliki jadwal kegiatan sepanjang tahun yang beragam dari mulai festival game, pameran material dan desain, penampilan musik eksperimental, sampai ajang tingkat internasional Creativities Unfold yang mengundang tokoh-tokoh kreatif dunia.
2. Akses pada resource center, jaringan, dan material. Apabila orang telah terinspirasi dan memiliki keinginan untuk belajar maka dapat bergabung menjadi anggota TCDC. Biayanya tidak mahal. Para pelajar mendapatkan keanggotaan setahun dengan membayar 600 baht (Rp. 180.000,00). Selain pelajar biayanya bervariasi antara 1.200 baht (Rp. 360.000,00) sampai 1.800 baht (Rp. 540.000,00) yang menentukan berapa banyak fasilitas yang didapatkan.
3. Pelatihan dan workshop. Bagi mereka yang sudah mendapatkan wawasan dari resource center dan ingin berkembang dapat digodok dalam departemen pengembangan desain dan bisnis kreatif.
4. Menyediakan market place. Toko TCDC menjadi semacam laboratorium bagi para pengusaha dan desainer untuk melakukan tes pasar terhadap produk mereka. TCDC juga membantu memperkenalkan produk-produk usaha kecil kepada para investor dan pengusaha besar.
TCDC menawarkan perpaduan antara tempat bersantai dan belajar dengan fasilitas lengkap dan nyaman. Maka tak aneh jika setiap harinya tempat ini selalu dipenuhi pengunjung. Bayangkan anda sebagai mahasiswa. Selesai kuliah siang harinya menuju resource center TCDC yang nyaman untuk mengerjakan tugas, membaca, berdiskusi, atau menonton film. Kemudian sore harinya menghabiskan waktu untuk menikmati secangkir kopi di café seberang resource center sambil melihat pemandangan kota Bangkok dari lantai 6 Emporium. Indonesia memerlukan tempat-tempat seperti TCDC yang memicu produktivitas dan kreativitas namun di saat yang bersamaan enak untuk dijadikan tempat bersantai dan bergaul.















