Teks: Sharifa Ainie
Foto: Dok. Pribadi
Perkembangan internet yang sangat pesat akhir-akhir ini membuat banyak orang menggunakannya untuk berbagai keperluan. Selain untuk menambah pengetahuan dengan mengetik keyword di Google misalnya, atau aktif di media sosial, internet juga banyak digunakan untuk kegiatan jual beli. Dengan banyaknya kegunaan internet, tentu saja hal tersebut banyak membantu pekerjaan setiap orang. Terlebih lagi para pengusaha yang menggunakan internet sebagai alat untuk berbisnis.
Salah satunya apa yang dilakukan oleh Elsa Rosyidah. Perempuan kelahiran Blora, 27 tahun yang lalu ini, mempunyai bisnis online di bidang pertanian. Tepatnya, ia menjual pupuk dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini, internet. Apa bisa pupuk yang paling banyak dibutuhkan petani dijual melalui internet? Berikut cerita Elsa tentang usahanya.
Bisnis untuk Menolong
Awalnya, usaha ini ia mulai dari hasrat membantu pemasaran seorang teman yang memproduksi pupuk. “Teman saya tersebut beberapa kali ditipu oleh sales dan agen pemasar. Pupuk laris diserap pasar tapi uang tidak dibayar. Saya menyadari ketika memasarkan pupuk secara offline seperti pada umumnya, maka saya akan banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan juga biaya,” curhatnya.
Elsa yang saat itu sedang aktif berkuliah di Universitas Brawijaya, Malang, menawarkan solusi kepada temannya tersebut berupa new marketing channel di bidang pupuk yaitu membuat online store.
Akhirnya atas persetujuan temannya tersebut, Elsa langsung menjalankan niatnya untuk membantu. Awalnya Toko Pupuk Online tersebut menggunakan weblog 2.0 gratis yaitu blogger.com. “Modal awal Toko Pupuk Online adalah tiga ribu rupiah yaitu digunakan untuk internetan selama 1 jam di warnet guna membuat online store berbasis blogspot tersebut,” katanya.
Tanpa disangka, hanya dalam 10 hari setelah blog tersebut dirintis, ternyata langsung mendapatkan feedback, “Wow, its working,” gumam kami. Setelah terbukti menghasilkan dengan membuat blog tersebut, akhirnya Elsa dan rekannya itu berusaha profesional dan membangun sebuah situs portal dengan domain berbayar. Dan pada 9 Mei 2009, Toko Pupuk Online terlahir kembali dan terdaftar menggunakan domain http://tokopupuk.net.
Sebelumnya, di tahun 2008 Elsa bersama rekannya memang mendirikan CV. Usayhay Purnomo yang memang bergerak di bidang internet marketing. Namun sayang sekali, hasil yang diharapkan belum memuaskan. Sampai akhirnya pupuk yang menyelamatkan CV nya tersebut.
“Di dunia internet marketing Indonesia, kami bukan siapa-siapa. Tapi di dunia pupuk, kami menjadi unik (kreatif) karena kami belum menemukan pupuk dijual menggunakan internet marketing ketika kami memulai Toko Pupuk Online,” ucap Elsa.
Tanpa disadari, rupanya mereka memasuki pangsa pasar yang belum banyak dilirik orang sehingga lebih mudah untuk penetrasi pasar. “Bandingkan level kompetisi antar rekan-rekan muda yang membangun online store berbasis fesyen, merchandise, food, dan book,” katanya.
Tapi kesulitan itu sedikit demi sedikit bisa dilewati oleh Elsa dkk. Hal itu terbukti selain dari setelah 10 hari rilisnya Toko Pupuk Online di blogspot, juga informasi dari mulut ke mulut.
“Beberapa konsumen kami khususnya yang berumur ada yang tidak pernah mengakses internet apalagi punya email. Namun, mereka mendapatkan informasi tentang Toko Pupuk Online dari saudara atau kenalan yang dapat mengakses dunia maya. Kami yakin akan sebuah pepatah, bisnis akan selalu menemukan jalan bagi yang berani memulai dan persisten,” jelasnya.
Berkembangnya usaha ini, membuat Toko Pupuk Online semakin dikenal oleh taget pasarnya. Pelanggannya pun telah tersebar hampir di penjuru Nusantara, mulai dari Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Niat Elsa membantu teman untuk memasarkan pupuknya bukan tidak berdasar. Ia juga melihat kondisi pertanian di lapang yang menunjukan permasalahan semakin langkanya ketersediaan pupuk bagi petani, dan masalah tersebut terjadi setiap tahunnya. Fenomena tersebut ia tandai dengan melonjaknya harga pupuk di tingkat petani jauh di atas Harga Eceran Terendah (HET) yang ditetapkan pemerintah. Padahal dari sisi penyediaan, total produksi pupuk dari lima pabrik BUMN selalu diatas kebutuhan domestik.
Berbagai kebijakan distribusi pupuk yang dikeluarkan pemerintah selama ini bertujuan untuk lebih meningkatkan efesiensi dalah distribusi. Namun, pada kenyataannya masih dijumpai berbagai kasus terjadinya kelangkaan pupuk. Dari beberapa kasus mengindikasikan bahwa kelangkaan pupuk terjadi akibat sistem distribusi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Elsa pun melihat ketidaklancaran pemasaran dan distribusi pupuk disinyalir akibat rantai pemasaran distribusi yang begitu panjang. Dari pabrik pupuk hingga sampai ke tangan petani, pupuk harus melalui serangkaian mata rantai distribusi yang begitu panjang. Belum lagi mafia pupuk yang seringkali merangkap profesi sebagai distributor pupuk dapat dengan mudah mempermainkan harga.

Gambar 1. Saluran distribusi pupuk secara konvensional

Gambar 2. Saluran distribusi pupuk versi Toko Pupuk Online
“Website sebagai toko online dapat menjadi alternatif solusi atas problema tersebut karena mampu berperan sebagai media pemasaran kontemporer di jaman sekarang sebab telah terbukti efektivitasnya,” tutur Elsa. “Kehadiran Toko Pupuk Online menjadi penting karena dapat memperpendek rantai pemasaran distribusi pupuk. Petani atau siapapun pihak dapat langsung membeli dan memperoleh pupuk langsung dari kantor pemasaran pupuk dapat dipangkas sependek mungkin,” lanjut Elsa.
Keunggulan lainnya selain memperpendek rantai distribusi adalah pupuk yang dijual di Toko Pupuk Online semuanya adalah pupuk semi organik, dimana pada umumnya pupuk yang beredar di masyarakat sekarang adalah pupuk organik atau pupuk anorganik.
Perlu diketahui bahwa pupuk organik memiliki kelemahan fatal yaitu kandungan unsur haranya (sifat kimia) sangat rendah, tapi pupuk organik sangat bagus untuk memperbaiki sifat fisik dan sifat biologi tanah. Sedangkan penggunaan pupuk anorganik terus menerus terbukti merusak kesehatan tanah, dikenal dengan istilah efek negatif revolusi hijau. Untuk itu, Toko Pupuk Online hadir dengan pupuk semi organiknya yang berusaha menyinergikan keunggulan pupuk organik dan pupuk anorganik sekaligus mereduksi kelemahannya.
Bagaimana dengan harga jualnya? Jangan salah, dengan mereduksi rantai pemasaran yang konvensional, Toko Pupuk Online menawarkan harga yang jauh lebih murah. Misalnya saja pupuk yang umumnya memiliki kisaran harga Rp. 1500-4000/kg, di tokopupuk.net dijual dengan harga Rp.950/kg.
“Petani pelosok pun bisa membeli pupuk dari Toko Pupuk Online hanya dengan berbekal telepon atau SMS. Sesederhana itu,” ungkap Elsa.
10.000 Women Entrepreneurship
Usaha Toko Pupuk Online yang telah dibangunnya tersebut ternyata mewujudkan salah satu dari mimpi hidupnya. Tepatnya pada 21 Januari-5 Februari 2012 lalu, Elsa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti 10.000 Women Entrepreneurship Partnership Global Cohort, The U.S. Department of State – Goldman Sachs – Thunderbird.

“Saya memperoleh informasi dari komunitas Wirausaha Muda Mandiri yang sudah saya ikuti sejak tahun 2009 silam. Kemudian, Kedutaan Amerika di Indonesia melakukan seleksi berupa administrasi dan interview untuk kandidat Indonesia. Seterusnya, nominator setiap negara diseleksi lagi oleh Thunderbird, School of Global Management. Setidaknya itu proses seleksi yang saya ketahui,” tutur Elsa.
Dalam kegiatan 10.000 Women Entrepreneurship Partnership Global Cohort, Elsa bersama 27 pengusaha perempuan dari 10 negara melakukan belajar bersama bagaimana aplikasi pengembangan bisnis yang dimiliki hingga taraf global.

“Kami berinteraksi dan belajar dari Multinational corporate seperti Henkel. Juga belajar dan menimba pengalaman dari success entrepreneur seperti My Sister Closet’s, Smeeks, Frances melalui fieldtrip dan diskusi. Kami juga belajar dikelas dengan para professor yang mumpuni dibidangnya, salah satu yang mengajar kami adalah Sharon Lechter yang merupakan co-writer buku Rich Rad. Kami saling berbagi cerita dalam keragaman bisnis antar rekan 10.000 Women Entrepreneurship yang sungguh unik nan menarik dan memberikan feedback konstruktif,” kenangnya.
Selain itu juga, Elsa dan kawan dalam kegiatan tersebut menikmati persahabatan dengan beragam perempuan tangguh dari budaya yang berbeda. “Tidak cukup bersahabat dengan 27 wanita pengusaha, kami juga berinteraksi dengan alumni Thunderbird, Europe MBA Class Member, serta volunteer yang merupakan keluarga besar Thunderbird,” ucapnya.
Dukungan Keluarga Selalu Menyertai
Pengembangan Toko Pupuk Online yang dikelola Elsa tidak lepas dari dukungan Sang Suami, Agung Purnomo, yang berperan sebagai webmaster dan internet marketer. “Sedangkan saya memiliki peran sebagai CMO. Kami menjalankan bisnis Toko Pupuk Online semenjak kami belum menikah,” ujarnya.

Di awal pernikahan, Elsa dan suaminya berusaha untuk berbagi visi dan misi, impian hidup, cita-cita, dan mereka berusaha menyelaraskannya. “Bukan memaksa untuk disamakan, tapi cukup diselaraskan agar terkumpul energi untuk melangkah. Pastinya, kami bahu-membahu untuk mewujudkan harapan masing-masing,” harapnya.
“Sedikit bocoran saja, di dinding kamar kami, ada wall of dream sepanjang 4 meter yang menggambarkan penyelarasan impian tersebut. Kertas itu kami buat tahun 2009. Tergambarkan salah satu target saya bahwa saya akan kuliah S2 di tahun 2011 dengan beasiswa. Juga, ada foto seorang gadis memakai toga yang sedang wisuda dengan background gedung khas kampus USA. Foto kepala gadis tersebut telah saya ganti dengan foto saya. Alhamdulilah, dua hal tersebut sudah terpenuhi. Saya mendapatkan Beasiswa Unggulan Kemdikbud RI untuk kuliah S2 ditahun 2011 di Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Padjadjaran, dan telah ‘wisuda’ di Thunderbird, USA,” cerita Elsa menutup perbincangan.
Elsa Rosyidah, STP
Address: Jl. Kusuma Bangsa 27 Mindi – Porong – Sidoarjo Jawa Timur 61274
DoB: Blora, 25 Juni 1985
Mobile: +62 856 5556 7971 / / +62 821 80000 670
E-mail: elsarosyidah@gmail.com
Educational History
2012 – Executive Education: Thunderbird, School of Global Management, US
2011-now – Graduate: Double Degree Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Universitas Padjadjaran
& Twente University, Nl
2006-2010 – Under Graduate: Universitas Brawijaya, Malang
Major : Teknologi Pertanian
Minor : Keteknikan Pertanian
2003-2006 – Junior Associate: Institut Pertanian Bogor
Major: Teknologi Pertanian
Minor: Teknik Pertanian
PS: Teknik Pendayagunaan Lahan dan Air
2000-2003 – Senior High School: SMU Darul Ulum 1 Jombang – PP Darul Ulum, Jombang, Jatim
1997-2000 – Junior High School: SLTP N 2 Blora, Jateng
1991-1997 – Elementary School: SD N Jepon VI Blora, Jateng
1989-1991 – Kindergarten: TK Pertiwi 1 Jepon – Blora – Jateng
Achievement
2012 – Finalis Kartini Award 2012 dari Surabaya Plaza Hotel
2012 – 10.000 Women Entrepreneurship Partnership Global Cohort The U.S. Department of State – Goldman Sachs – Thunderbird
2011 – Finalis Inovasi Bisnis Pemuda 2011 dari Kemenpora RI
2010 – Wismilak Diplomat Success Challenge dari PT.Gelora Djaja
2010 – Wirausaha Muda Berprestasi dari Kemenpora RI
2010 – 102 Inovasi Indonesia 2010 dari BIC dan Kementerian Riset & Teknologi RI
2010 – Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional dari Kemendiknas RI
2010 – Pemuda Pelopor bidang Kewirausahaan dari Dispora Kota Malang
2010 – Best of The Best National Axioo Intel Marketing Award 2009 dari Axioo dan Intel
2010 – Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dr Dikti Kemendiknas RI
2009 – Juara Festival Pemuda Berprestasi – Youth National Science and Technology dari Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga RI
2009 – Peraih Penghargaan Wirausaha Muda Mandiri 2009, Kategori Industri dan Jasa Wilayah 8 / Jawa Timur dari Bank Mandiri
2009 – Duta Nasional Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Dikti Kemendiknas RI
2009 – Finalis lomba business plan dari UKM Jatim
2008 – Finalis Lomba esai “Produktif dengan Cinta” dari LPM STAIN Purwokerto
2008 – Finalis LKTI dan LKTM dari dinas P&K Jawa Timur
2008 – Finalis Lomba esai dari Rumah Baca Cerdas Malik Fajar
2007 – Finalis I-STEP (Intensive Student Technopreneurship Program) L-RAMP dari The Lemelson Foundation (TLF), USA & IPB
2007 – Juara 2 LKTM Maba dari Universitas Brawijaya
2005 – Program Karya Tulis Mahasiswa bidang Ilmiah (PKMI) dari Dikti Kemendiknas RI
2004 – Finalis LKTI Mahasiswa FKH dari Institut Pertanian Bogor













