Kecintaan terhadap alam Indonesia mendorong empat pemuda ini untuk mengeksplorasinya serta lalu membaginya dengan masyarakat. Lewat keahlian mereka mengolah gambar, terciptalah Epic Java, sebuah film non-naratif yang menampilkan alam serta kebudayaan manusia dengan Pulau Jawa sebagai latar belakangnya. Berkat bantuan banyak orang melalui website Wujudkan.com, maka film ini akhirnya bisa diproses untuk lalu ditampilkan ke banyak orang. Tidak hanya masyarakat Indonesia saja, bahkan orang luar Indonesia pun ikut berpartisipasi dalam gerakan crowdfunding tersebut. Ingin tahu lebih banyak tentang Epic Java? Simak obrolan di bawah ini.
Q: Bisa dijelaskan apa itu Epic Java?
A: Epic Java adalah film non-naratif yang berdiri dari visual timelapse dan slow motion alam semesta dan kebudayaan manusia dengan latar belakang Pulau Jawa. Menggambarkan perjalanan waktu peradaban manusia dari awal penciptaannya, hingga peradaban modern sekarang ini. Epic Java akan membawa kita menyusuri momen-momen menakjubkan yang terjadi dari timur hingga barat Pulau Jawa. Cerita yang ingin saya sampaikan di dalam cerita Epic Java ini adalah penggambaran visual keindahan Pulau Jawa dari mulai terbitnya matahari di ujung timur, sampai terbenamnya matahari di ujung barat ke dalam tiga fase waktu penggambaran masa di Pulau Jawa. Fase pertama yaitu Surya, di mana menggambarkan bumi di masa awal penciptaannya yang masih gersang, panas, dan perlahan-lahan mulai subur karena aktivitas gunung api. Fase kedua yaitu Sakral, di mana manusia sudah mulai mengenal konsep ketuhanan dan sudah mulai menyadari tentang keberadaan alam semesta. Fase ketiga adalah Priangan, di mana manusia yang tinggal di bumi yang diberkahi Tuhan ini harus hidup dengan konsep modern seperti sekarang ini. Kesemua fase ini terus berevolusi yang di mana kita sendiri tidak tahu di mana akan berakhir.
Q: Bagaimana latar belakang dibuatnya Epic Java?
A: Bisa dibilang Epic Java berawal dari kecintaan dan hobi kami masing-masing, Saya, Febian, dengan kecintaan terhadap dunia fotografi dan sinematografi, Denny dengan bakat bermusiknya, Galih dengan idealisme dan pemikiran konseptualnya, serta Bang Arie yang rindu untuk dapat mengeksplorasi alam Indonesia lebih lagi. Dan yang dapat kami perbuat kali ini adalah dalam bentuk Epic Java. Semenjak teaser pertama kami perkenalkan Januari tahun lalu, perhatian dan apresiasi dari teman-teman di luar sana sungguh luar biasa. Ini menjadi bantuan pertama yang kami dapatkan dalam bentuk semangat dan mengisi ulang tenaga kami dalam meneruskan serta menyelesaikan proyek ini. Selanjutnya bantuan terus mengalir tanpa kami duga, mulai dari tutur kata penyemangat secara langsung maupun tidak langsung, tertulis dalam bentuk komentar via media online, serta pihak-pihak yang memberikan kesempatan untuk teaser Epic Java dapat diputar. Dari situlah Epic Java menjadi tanggung jawab kami untuk diselesaikan.
Q: Lokasi mana saja yang diangkat dalam pembuatan film Epic Java? Berdasarkan apa pemilihan lokasi tersebut?
A: Berikut tempat dan event yang kami kunjungi:
- Jawa Timur: Pantai Klayar, Gunung Bromo, Kawah Ijen, Pantai Papuma, Gunung Kelud, Taman Nasional Baluran, Goa Gong
- Jawa Tengah: Candi Prambanan, Candi Borobudur (Waisak 2012), Air Terjun Sri Gethuk, Goa Rancang Kencono, Gunung Merapi, Bukit Hargodumilah, Pantai Parangtritis, Keraton Yogyakarta, Candi Sewu. Candi Mendut, Dieng, Mubeng Benteng
- Jawa Barat: Green Canyon, Pantai Santolo, Pantai Ranca Buaya, Gunung Papandayan, Candi Cangkuang, Cap Go Meh 2012, Rebelnation 2012, Curug Penganten, Gunung Manglayang, Adu Domba Lebak Siliwangi, Bukit Moko, Gunung Tangkuban Perahu, International Kite Festival Lanud Sulaiman, Pantai Madasari, Pantai Batu Nunggul, Goa Pawon, Mapping Gedung Sate Sembilan Matahari, Ranca Upas, Kemilau Nusantara, Curug Malela, Curug Tilu
Pemilihan (lokasi tersebut) berdasarkan konsep yang kami buat, yaitu Surya, Sakral, dan Priangan.
Q: Ceritakan bagaimana proses pembuatan film Epic Java?
A: Proses pembuatan Epic Java dimulai sejak 29 Desember 2011. Kami menggunakan dua kamera DSLR, satu dikhususkan untuk mengambil gambar timelapse, dan yang lain untuk shoot video slow motion. Pada awalnya, tim Epic Java hanya terdiri dari dua orang, saya sebagai sutradara yang bertugas mengumpulkan gambar dan Bang Arie sebagai produser yang mengkoordinasikan setiap perjalanan. Seiring waktu, Denny bergabung sebagai komposer musik, kemudian Galih bergabung sebagai marketing yang sekaligus berperan dalam pendalaman konsep Epic Java. Proses syuting dan post produksi kami lakukan dalam setahun kemarin. Sebelumnya kami pernah melempar film Epic Java Unfinished Version berdurasi 10 menit ke festival dan lomba. Alhamdulillah, kami mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya menjadi pemenang dalam SBM Golden Lens 2012, menjadi Best Camera dan Best Trailer dalam DocDays FEUI, menjadi Most Inspiring Video dari PPIUK, dan masuk shortlist 11 besar dalam FFD Bali. Tidak selesai sampai di situ, kemudian kami melakukan puluhan kali revisi, baik revisi gambar, musik, alur, dan konsep, yang akhirnya jadilah Epic Java Final berdurasi 29 menit yang siap untuk dinikmati penonton.
Q: Jelaskan mengenai bentuk gerakan crowdfunding dalam project Epic Java?
A: Selama awal-awal proses pengambilan gambar, karena merogoh kocek pribadi sebagai biaya akomodasi kami ke banyak tempat tersebut bersama Tim Epic Java yang “sederhana”, mengharuskan kami untuk bisa mengatur dan membuat rencana perjalanan dengan anggaran yang sesederhana mungkin. Segala modal transportasi dari mulai motor, angkutan umum, bis, sewa mobil, kereta api, pesawat terbang, hingga tak lupa berjalan kaki, kami tempuh guna mencapai lokasi-lokasi yang menakjubkan itu untuk proses pengambilan gambar. Ketika Epic Java terhitung sudah setengah jalan, terbersit ide untuk membuat film ini, tidak hanya milik kami, tetapi juga harus menjadi milik masyarakat Indonesia. Dimulai dari menentukan poster film menggunakan system pooling di social media sampai membuka keran crowdfunding guna mengumpulkan dana untuk membantu menyelesaikan film ini di situs Wujudkan.com. Alhamdulilah animo masyarakat sangat bagus. Kami tidak menyangka total bantuan dana yang diberikan oleh para supporters dan associate producer itu apabila ditotal mencapai angka 200% lebih dari yang kita butuhkan. Apalagi ternyata beberapa supporters dan associate producer itu berasal dari luar negeri, seperti Amerika, Taiwan, Australia, dan Malaysia. Kami harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan film ini dengan maksimal, karena film Epic Java ini bukan hanya milik kami, tapi juga milik Indonesia dan dunia.
Email: febian.ns@gmail.com
YouTube: http://www.youtube.com/febianns
Facebook: http://www.facebook.com/epicjava
Twitter: @EPICJAVAFilm
—
Foto: dokumentasi Tim Epic Java | Editor: Intan Larasati | Translator: Alfa Mauditya






















