Sebelum Abu Marlo menjadi finalis talent show The Master season satu, dia adalah seorang musisi, penggemar gadget, dan segudang hobi lainnya yang ditekuninya satu-persatu. Dengan latar belakang agama yang kuat, Abu kemudian mendalami ilmu agama, filsafat, dan sejarah, sehingga akhirnya terlahir sebuah buku yang diberi judul Hukum Langit. Tidak ada magic trick di dalamnya, yang ada adalah sharing tentang kebenaran universal yang disimpulkannya dari pengalaman dan riset selama bertahun-tahun. Buku ini langsung dipinang oleh penerbit terbesar di Indonesia, dan akan dapat diperoleh di toko buku pada tanggal 7 Maret 2013. Sebelumnya sudah dilakukan soft launching di Muslimah Fest Sabuga Bandung, 3 Februari 2013. Dengan logat Sunda yang kental dan pembawaan yang ramah, Abu bercerita tentang dirinya dan bukunya.
Q: Bisa ceritakan siapa itu Abu Marlo?
A: Kebanyakan orang mengenal saya dengan nama Abu Marlo. Nama asli saya adalah Riza Abusofyan. Saya dipilih oleh Allah untuk lahir di Kota Bandung pada tanggal empat, bulan Juni, tahun 1982. Saya dilahirkan dari sepasang ibu dan bapak yang sangat hebat dan luar biasa. Kedua orang tua yang saya sangat sayang adalah Mama Rida (Farida Arriany) dan Papa Daddy (Daddy Syarif). Selain ibu bapak yang saya sayangi, saya bersyukur saat ini ada seorang istri yang selalu mendampingi saya, Donna Turner.
Saat ini profesi saya adalah sebagai pekerja misteri (magician—red), fasilitator seminar ,dan bergerak di beberapa lini bisnis. Basic pendidikan saya adalah ekonomi. Saya kuliah di Universitas Parahyangan mengambil jurusan manajemen, dan melanjutkan mengambil gelar master di Business School MBA ITB. Ratusan seminar dari berbagai kalangan dan segmentasi sudah pernah saya selenggarakan di berbagai kota di Indonesia mengenai buku ini. Saat ini saya memiliki visi dan misi untuk membuat Tanah Air Indonesia tercinta ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Oleh karena itu saya menulis buku ini dengan mengajak semua orang untuk menjadi entrepreneur pilihan untuk melahirkan generasi emas bangsa Indonesia.
Q: Apa itu Hukum Langit?
A: Hukum Langit adalah hukum kekal yang berasal dari hukum Tuhan yang memiliki ketetapan absolut. Sehingga hukum langit ini merupakan sebuah hukum yang akan menjadi panduan, serta pedoman hidup seluruh manusia untuk menjalankan hidupnya. Manusia adalah produk yang hanya bisa menjalankan pedoman dari pabriknya. Secara sederhana, hukum langit ini bisa dikatakan buku manual hidup manusia. Dalam hal ini penulis menggunakan Al Qur’an sebagai hukum langit karena:
- QS 45:20: Al Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
Dan
- QS 68:52: Dan Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.
Q: Apakah ini buku agama?
A: Sebetulnya bukan 100% buku agama, tapi lebih tepat ada ajaran agama di dalamnya. Buku ini lebih kepada motivational book yang bisa dibaca untuk siapa pun, karena di dalamnya terdapat ajaran yang ditujukan untuk semua manusia. Terbukti dari testimoni yang saya dapat, orang yang membaca buku ini dari berbagai kalangan dan agama yang berbeda.
Q: Apa diferensiasi dari buku ini?
A: Buku ini mengajak para pembacanya untuk langsung bercermin kepada diri sendiri. Mengajak para pembaca untuk berpikir mengungkap kebenaran mutlak yang boleh jadi selama ini masih dianggap bias. Dalam artian, buku ini mengajak untuk membiasakan kebenaran, bukan untuk membenarkan kebiasaan terhadap paradigma yang berkembang di masyarakat. Isi buku ini adalah hukum dan ketetapan Tuhan dari kitab suci yang boleh jadi selama ini tidak pernah “tersentuh”, sehingga pembaca bisa langsung mengetahui kebenaran dari sumbernya, bukan dari opini penulis atau siapa pun.
Q: Bagaimana proses penulisannya?
A: Saya memang senang sekali menulis. Pada awalnya tulisan-tulisan itu saya tuangkan dalam blog (http://abumarlo.tumblr.com/), namun karena beberapa teman memberikan ide agar tulisan-tulisan itu lebih luas penyebarannya, maka saya tuangkan dalam bentuk buku ini.
Sebelum buku perdana ini saya tulis, kurang lebih dua tahun saya melakukan riset dan ratusan seminar, sehingga penulisan buku ini hanya memerlukan waktu tujuh hari (karena saya juga seorang magician sehingga prosesnya “abrakadabra”, hehe). Setelah draft buku ini final, saya menghubungi pihak Gramedia Pustaka Utama sebagai publisher dan dengan waktu yang singkat dalam satu kali pertemuan, konsep serta konten buku ini diterima dan langsung memasuki proses untuk dicetak sebanyak 5000 copy untuk cetakan perdana.
—–
Apa kata mereka tentang buku ini:
Buku ini merupakan Reminding System aktivasi indera penglihatan dan terutama akal dan logika yang kadang jarang disinkronkan dengan hati pada proses kehidupan. Dengan gaya yang lugas dan santai dilengkapi dengan soundtrack lagu sebagai pelengkap keharmonisan, buku sehingga menjadi lebih dalam menggugah dan memotivasi berbuat baik dan berkasih sayang tanpa henti.
–Adjie “DYGTA”
Menurut saya, buku ini merupakan buku yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Kenapa? Karena biasanya kalau baca buku, baru 1-2 halaman saya sudah ketiduran, tapi tidak dengan “Hukum Langit”-nya Kang Abu Marlo. Selain menyenangkan dan mengundang senyum, tentu saja isi buku ini sangat menarik, dalam, dan membuat saya berpikir. Walaupun titik berat buku ini adalah bagaimana menjadi enterpeneur yang ciamik, tapi justru kalau menurut saya, buku ini mengarahkan kita menjadi manusia yang ciamik, manusia yang lebih baik, menjadi manusia yang Insya Allah selamat dunia dan akhirat. Amin
–Qibil “Changcuters”
Kita mengenal Abu Marlo sebagai Profesional Magician yang sering tampil di beberapa stasiun televisi nasional. Kini dia berbicara suatu yang lain, yang sebenarnya tidak asing bagi kehidupannya. Dengan kecerdasannya, dia memberikan kesadaran bagaimana kita hidup di hadapan Allah dan manusia. Dengan pemikiran yang sederhana, dengan tidak menempatkan diri sebagai seorang guru melainkan sebagai teman diskusi, menarik kita untuk memahami kehadiran Allah di dalam kehidupan sehari-hari.Dia tidak menggurui, tetapi mengajak kita untuk berefleksi pada diri kita masing-masing, bagaimana kita mendudukkan diri sebagai manusia yang mempunyai pengalaman manusiawi, sekaligus sebagai mahkluk Allah. Sebagai seorang muslim, pemahaman tentang Allah ditariknya dari kitab suci Al Quran sebagai sumber keimannya dan keimanan umat muslim lainnya. Al Quran disebut sebagai Hukum Langit, hukum berasal dari Allah yang diturunkan kepada manusia. Hukum ini adalah hukum mutlak yang dipahami sebagai hukum final Allah. Tidak ada kesalahan dalam hukum Allah ini. Maka sudah seharusnya Hukum Langit ini menjadi panduan hidup bagi setiap orang muslim. Hukum tidak hanya ditempatkan sebagai suatu hukum yang sekedar “wajib” dihayati, melainkan dengan penuh kesadaran dan cinta; didalami, dihayati, diimani, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pertanyaan-pertanyaan reflektif yang dilemparkan dalam tulisannya, bertujuan untuk menggali pengalaman pribadi pembacanya. Para pembaca diajak untuk menilai dirinya sendiri, apakah sudah menerima hukum Allah dan melaksanakannya atau belum. Tidak ada kata “paksaan” untuk melakukan apa yang seharusnya dilaksanakan, tetapi menempatkan sabda-sabda Allah nan suci melalui ayat-ayat Al Quran yang dikutipnya sebagai ajakannya. Secara konsisten Abu Marlo menempatkan diri bukan sebagai seorang guru, melainkan sebagai teman diskusi yang bersama-sama mencari Allah.
–Romo Antonius Sulastijana, Pr
Banyak sekali orang yang tergoda menjadi entrepreneur, dan mencari resep sukses. Buku ini memberikan respons pada keinginan tersebut, tapi dengan kalimat peringatan dari penulisnya: “Buku ini bukan untuk Anda yang ingin tergesa-gesa untuk mengkhatamkan. Buku ini bukan untuk secepat-cepatnya Anda selesaikan membacanya. Akan banyak sekali pertanyaan dalam buku ini kepada diri Anda sendiri dan Anda harus jujur atas jawaban itu sehingga Anda mampu untuk menilai diri Anda sendiri.”
Dengan catatan ini, “Hukum Langit” menjadi bacaan yang menarik. Ia merupakan upaya penulis untuk menerapkan agama dan filosofi dalam menyambut motif keuntungan materi. Pembaca bisa dilibatkan untuk mengikuti tarikan pikiran penulis, bisa juga dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penulis di setiap halaman. Apapun manfaat buku ini, ia akan mengajak pembaca berpikir dan mengasah daya kritis masing-masing. Memilih antara menjadi bersemangat dan menjadi skeptis. Karena itu “Hukum Langit” adalah buku yang berguna, karena dia memancing reaksi.
–Wimar Witoelar
—
Foto: dok. Abu Marlo | Editor: Intan Larasati | Translator: Beta Divotya

















[...] 2. Indonesiakreatif.net [...]