Teks/Editor: Intan Larasati | Foto: dokumentasi Mahatma Putra

Kompetisi Indonesia Travellers yang baru berakhir bulan lalu menyisakan berbagai kenangan dan pengalaman tak terlupakan bagi para pesertanya. Terlebih mereka yang keluar sebagai pemenang dalam kompetisi tersebut. Begitu juga untuk Mahatma Putra, yang menyabet penghargaan sebagai Videografer Terbaik. Bahkan karya videonya berpengaruh besar terhadap terpilihnya Tim Wakatobi sebagai Tim Terbaik di Kompetisi Indonesia Travellers. Berikut wawancara kami dengan Mahatma Putra.
Bagaimana pendapat Mahatma tentang Kompetisi Indonesia Travellers?
Kompetisi seperti ini sangat baik. Andai tiap departemen di negeri ini punya anggaran yang khusus ditujukan untuk perkembangan kreativitas anak muda, tentunya akan baik dampaknya bagi generasi pemimpin selanjutnya.
Bagi Anda, apa yang membuat Kompetisi Indonesia Travellers ini menarik?
Di sini, saya mendapat tim yang sama sekali tidak saya kenal. Bagi saya, untuk bekerja apalagi membuat karya video, sangat butuh tim yang solid. Biasanya saya malah sudah punya tim sendiri. Tapi tim saya (Tim Wakatobi) ternyata adalah tim yang solid dan sangat kooperatif. Kami juga beruntung mendapat pendamping yang bisa mengerti kebutuhan kami untuk syuting, sehingga banyak menuruti jadwal dan lokasi yang kami mau.

Bagaimana konsep awal pembuatan video Wakatobi?
Konsepnya adalah tentang perjalanan, tapi harus ada klimaks yang membuat video tersebut menarik. Saya banyak melihat film-film dokumenter BBC Knowledge, terutama The Human Planet yang merupakan favorit saya. Itulah yang jadi referensi saya.
Kebetulan kami melenceng dari rencana perjalanan yang dibuatkan panitia. Soalnya kami tahu tempat mana saja yang harus kami datangi, dan mana yang tidak.
Apa pesan yang ingin disampaikan Tim Wakatobi melalui video tersebut?
Pesan yang ingin kami sampaikan bukanlah pesan melalui kata dan bahasa, melainkan jiwa atau nyawa. Kami ingin agar jiwa atau nyawa atau spirit dari Wakatobi ini dapat tertangkap oleh lensa dan dituturkan dengan baik.

Beda video Tim Wakatobi dengan tim lain, sehingga dewan juri bisa memilihnya sebagai pemenang?
Saya mencoba melihat karakter dewan juri. Cahyo Alkantana mementingkan petualangan dan menyukai tone dokumenter gaya BBC. Jerry Aurum menyenangi beauty shot dan portrait. Riyanni Djangkaru sempat menyebutkan tempat-tempat favoritnya di Wakatobi pada saya. Kemudian gaya Marischka Prudence sebagai host acara traveller menjadi referensi bagi adventurer di video tersebut.
Pendapat keluarga dan teman-teman dekat setelah Anda menjuarai kompetisi ini?
Semuanya senang dan minta traktiran. Hahaha.

Rencana Anda ke depannya? Bagaimana dengan Tim Wakatobi?
Saya tetap akan melanjutkan konsentrasi saya dalam menekuni jalur film dokumenter untuk mengangkat isu-isu sosial dan budaya Indonesia pada dunia. Sedangkan Tim Wakatobi mungkin akan hadir dalam beberapa acara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Yang paling dekat, tanggal 15 Desember ini kami diundang ke acara sharing pengalaman oleh Wego.com.
Pesan Anda terhadap pelaku kreatif, dalam hal ini traveller, yang ingin mengangkat kekayaan alam dan budaya Indonesia sebagai tujuan wisata?
Menurut saya, mengangkat Indonesia dari sisi pariwisata sama pentingnya dengan mengangkat isu dan problematika sosial-budaya. Selain menikmati keindahan dan kekayaan alam Indonesia, ada banyak sekali persoalan yang kita semua tahu tidak akan pernah berakhir. Itu tugas kita sebagai traveller, pelaku kreatif, dan terutama sebagai warga negara Indonesia, yaitu menyampaikan suara dari relung-relung terdalam di negara kita tercinta ini.











