BAHAGIA, semacam candu yang selalu diburu oleh makhluk bernama manusia. Bermacam cara untuk mendapatkan dan menikmati kebahagian itu. Medianya pun beragam pula, tapi bagi Endah N Rhesa bahagia itu mereka dapatkan dengan bermusik.
Perkenalan mereka akan musik tidak bisa dibilang instant. Sedari kecil mereka telah mencicipi keindahan dalam bermusik. Almarhumah Ibu dari Endah sejak dulu senang bermain gitar sambil bernyanyi. Dan Endah acap diajak tampil untuk bernyanyi diiring ibunda dalam acara-acara keluarga bahkan di kantor ibu. Demikian juga halnya dengan Rhesa yang terlahir dari keluarga musikal. Neneknya adalah penyanyi keroncong dan ayahnya mempunyai studio band. Berbagai instrument ia pelajari, seperti kibor, drum, dan gitar. Akhirnya Rhesa lebih memilih bass gara-gara menyaksikan kakak kelasnya, Bondan Prakoso bermain bass.

Awal pertemuan mereka ketika tergabung dalam sebuah band yang ber-genre rock pada tahun 2003. Namun dikarenakan perbedaan misi dan visi, Endah memutuskan hengkang dari band tersebut dan kembali membangun image solois seperti sebelum ia tergabung dalam band itu. Rhesa pun ikut undur diri dari band karena kesibukannya untuk menyelesaikan kuliahnya.
Karena sudah ada hubungan spesial di antara mereka berdua, Endah N Rhesa pun tergerak untuk mencoba projek berdua di tahun 2004. Awalnya Rhesa hanya ingin menjadi produser dan membuatkan Endah album solo bertajuk “The New Beginning” yang berisikan 4 lagu. Dalam lagu yang berjudul “When You Love Someone”, Rhesa menambahkan unsur bass yang ternyata menjadikan sebuah perpaduan yang apik antara gitar, bass dan vocal. Ide dan chemistry mereka berdua cukup nyambung sehingga lebih nyaman akhirnya sepakat membentuk duo Endah N Rhesa yang diambil dari nama mereka masing-masing.












