Mahardika! Ketika Bermain dan Belajar Menjadi Satu

21 Februari 2011 | Views (1117)

oleh : Rio Fredericco

Bicara soal pendidikan di Indonesia, jelas tak ada habisnya. Berbagai kendala masih menghalangi berjalannya pendidikan dengan baik dan merata di negara ini. Sebut saja, kurangnya tenaga pengajar (yang menjadi salah satu kendala utama), kurangnya fasilitas, hingga kurikulum yang masih dianggap kurang memadai oleh beberapa pihak. Sebuah ironi, ketika daerah-daerah terpencil yang kekurangan tenaga pengajar dan fasilitas (bahkan listrik), di kota-kota besar justru ada stigma belajar di sekolah sebagai  ‘siksaan’. Citra negatif semacam ini jelas tidak muncul tiba-tiba dan tanpa alasan. Sistem dan cara pengajaran yang monoton mungkin menjadi salah satu alasan utama munculnya anggapan semacam itu.

Mahardika!, sebuah board game yang dikembangkan oleh Kummara Board Game Center Bandung muncul  sebagai  sebuh alternatif solusi, sebuah media ajar yang lebih dinamis dan kreatif. Dengan sistem permainan yang cukup sederhana dan interaktif, Mahardika! memiliki potensi untuk menciptakan suasana pengajaran yang lebih cair dan menarik bagi para siswa. Sebuah permainan kartu yang mengangkat sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dari tahun 1908-1950, 7 tokoh nasional dan peran mereka dalam pergerakan nasional , Mahardika! mengangkat dan mengemas berbagai informasi tersebut ke dalam bentuk yang lebih menyenangkan.

Board game sebagai sebuah media memiliki begitu banyak potensi, salah satunya sebagai sarana penyampaian informasi yang efektif. Dengan format yang mendorong pemainnya untuk berinteraksi , penyampaian informasi melalui board game menjadi lebih dinamis dan tidak membosankan.

Selain itu, board game sebagai media non-digital dapat digunakan dimanapun tanpa terganggu keterbatasan fasilitas. Hal ini menjadi penting, mengingat salah satu penghambat laju pendidikan di Indonesia adalah kurangnya fasilitas di daerah-daerah terpencil.

Mahardika! hanyalah sebuah titik awal, sebuah dobrakan awal untuk dinding yang selama ini memisahkan kegiatan bermain dan belajar, juga sebuah pintu sederhana untuk menuju ruang kelas yang lebih menyenangkan. Masih banyak tema dan bentuk lain yang dapat diakomodasi dalam sebuah board game. Mahardika! dengan tema sejarahnya bisa dianggap contoh awal bagaimana materi ajar tidak harus selalu disampaikan melalui buku dan teori-teori yang membosankan, namun dapat juga memanfaatkan media kreatif lain yang lebih menarik, yaitu permainan.

Rio Fredericco adalah Desainer Kummara Board Game Center Bandung http://kummara.com


Komentar Anda