Teks: Sharifa Ainie | Foto: web Gambara

Jakarta – Sejak dibukanya kompetisi fotografi yang diadakan oleh Gambara Photography pada 5 Februari 2012 lalu, tercatat ada lebih dari 6.000 peserta dengan lebih dari 10.000 karya yang masuk ke meja panitia. Setelah melewati proses pemilihan yang ketat, akhirnya terpilihlah 20 orang fotografer yang menjadi Duta Gambara Flores (finalis Gambara Photo Award 2012: Flores Bangkit). Berikut daftar keduapuluh Duta Gambara:
1. A. M. Ahad (Bangladesh)
2. Aditia Noviansyah (DKI Jakarta)
3. Ang Michael Sidharta (DKI Jakarta)
4. Anis Efizudin (Jawa Tengah)
5. Berti Laurens Numberi (Yogyakarta)
6. Budi Setiawan (Sulawesi Selatan)
7. Djoko Wibowo (Kalimantan Selatan)
8. Ferbian Pradolo (Banten)
9. Ferdy Siregar (Sumatera Utara)
10. Heriyadi Asyari (Jambi)
11. Herry Soebagio (Nusa Tenggara Barat)
12. Ida Bagus Putu Andi Sucirta (Bali)
13. Ihsan Mustakim (Sulawesi Selatan)
14. Irwansyah Putra (Nanggroe Aceh Darussalam)
15. Karolus Naga (Nusa Tenggara Timur)
16. Klaas Stoppels (Jawa Tengah)
17. Lasti Kurnia (DKI Jakarta)
18. Maulana Surya Tri Utama (Jawa Tengah)
19. Romi Perbawa (Jawa Timur)
20. Shandy Ryo Parerung (Papua Barat)

Oscar Matuloh sebagai ketua tim kurator memutuskan keduapuluh fotografer tersebut setelah menyelesaikan seleksi tahap akhir yang mencakup 300 karya fotografi. Duapuluh karya foto terbaik tersebut bisa dilihat di laman www.gambaraphotography.com.
Perjuangan keduapuluh Duta Gambara ini belum berakhir sampai nantinya terpilih beberapa pemenang. Tugas selanjutnya yaitu mendokumentasikan realitas sosial di 20 spot pemotretan yang tersebar di seluruh pelosok Flores dan pulau-pulau sekitarnya. Yang menjadi tema utama tugas ini adalah Cinta Bhineka Tunggal Ika yang terbingkai dalam foto-foto bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan budaya.
“Saat ini panitia penyelenggara telah bekerja menyiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan tugas para Duta Gambara, terutama soal logistik di kawasan yang sulit tersebut,” ujar Trisakti Simorangkir, Program Director Gambara Photo Award 2012: Flores Bangkit.
Kurator lainnya, Hardy Mendrofa mengatakan bahwa kompetisi ini jauh lebih menarik dibanding sebelumnya. Para peserta yang terdiri dari fotografer senior, amatir, dan profesional datang dari berbagai kota di Indonesia. Beberapa peserta asing pun turut meramaikan kompetisi ini, dan dua di antaranya terpilih menjadi Duta Gambara, yakni A.M. Ahad yang berasar dari Bangladesh dan Klass Stoppels, seorang warga Belanda yang bermukim di Solo.
Para Duta Gambara akan memulai tugas baru ini di Flores pada 20-24 Oktober 2012, dan pemenangnya akan diumumkan pada 28 Oktober 2012 dalam sebuah acara penutupan.
Panitia tidak hanya menyiapkan kegiatan untuk kompetisi ini saja, namun agar perhatian pada realita sosial di Flores tumbuh, Gambara melakukan sejumlah rangkaian kegiatan lainnya seperti workshop musik tradisi, workshop teater cerita rakyat, dan dialog budaya. Seniman terkemuka Putu Wijaya dan musisi tradisi Jalu Pratidina dan Oppie Andaresta turut serta memeriahkan kegiatan tersebut. Bakti sosial pun diadakan mulai dari Pulau Lembata hingga Labuhan Bajo dengan supervisi sejumlah tenaga medis pada pertengahan September mendatang.
www.gambara.co.id
www.gambaraphotography.com












