Teks dan foto: Idhar Resmadi
Memperingati 35 tahun Star Wars, komunitas penggila Star Wars, Order 66 dan toko mainan Zero Toys mengadakan acara Star Wars Day di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung, pada Minggu (24/6) lalu. Acara itu menjadi ajang temu komunitas penggila film garapan George Lucas. Dari segala usia, baik muda maupun tua tampak melebur menjadi satu.

Dalam ranah budaya popular ada yang disebut fetishism, sebuah pemujaan terhadap ikon-ikon budaya popular. Sejak pertama kemunculannya, Star Wars memang telah menjadi ikon budaya pop. Berbagai pernak-pernik dan pengaruhnya telah digilai oleh beragam masyarakat. Seperti yang tampak dalam Star Wars Day di mana terdapat beberapa memorabilia, koleksi, hingga pameran karya ilustrasi yang merujuk pada Star Wars.
Ada juga koleksi mainan Star Wars yang dipamerkan oleh Museum Mainan 80-an Bandung, satu-satunya museum mainan di Indonesia (bahkan Asia Tenggara) yang khusus mengoleksi mainan-mainan dari era 80-an, dan sudah diakui oleh paguyuban museum Bandung. Dengan lebih dari 1600 item, museum ini juga memiliki sebuah koleksi mainan Star Wars vintage yang cukup banyak.

Salah satu yang paling menarik dari acara Star Wars Day adalah pameran karya seni dari sejumlah seniman muda yang berhasil menafsirkan ikon, citra, dan inspirasi Star Wars ke dalam berbagai karya mereka. Entah semua seniman itu pecinta berat Star Wars atau bukan, itu persoalan lain. Beberapa karya mereka juga tak hanya menunjukkan fetishism, tapi juga bagaimana pengaruh Star Wars mereka tuangkan dalam karya-karya mereka.
Dalam karya berjudul “King Vader” dari Kenny William menggambarkan sosok Darth Vader dalam bentuk kartu remi. Sosok Darth vader digambarkan sambil mengacungkan devil sign. Karya lainnya, “God Save Amidala” karya Satrio Teguh menggambarkan sosok Amidala seperti dalam cover album terkenal milik grup band punk Inggris Sex Pistols lengkap dengan jargonnya, “God Save The Queen”. Sosok Amidala tampak dianalogikan seperti pada sosok Ratu Elizabeth dalam gambar Sex Pistols tersebut.


Hampir semua karya-karya yang ditampilkan memang memajang ikon atau tokoh dalam film Star Wars, seperti robot C-3PO, Star Troopers, Darth Vader, Amidala, Jedi, dsb. Paling berbeda justru ditampilkan oleh seniman Amenk lewat karyanya berjudul “The End of The Century (Gejolak Perang Bintang)” yang menggambarkan sepasang lelaki dan perempuan menganga di luar angkasa. Tak ada kostum Troopers atau Jedi. Pasangan itu justru memakai pakaian muslim – gambar lelaki memakai peci dan yang perempuan mengenakan kerudung. Berbeda dibandingkan karya-karya lainnya.

Karya yang menarik lainnya adalah “Big Daddy is Watching You”, karya Ing yang memelintir dari 1984 novel politik karya George Orwell. Gambar muka Darth Vader ini seolah menjadi sesuatu yang mengancam, seperti apa yang diceritakan dalam novel.
Selain pameran, ada juga mini-bazaar yang menjual segala pernak-pernik mainan dan aksesoris Star Wars. Sementara di luar gedung terdapat perang lightsaber (pedang Star Wars) yang diselenggarakan oleh komunitas Urban Jedi. (*)












