Teks & foto: Jaya Liem
Berangkat dari hasil Focus Group Discussion ART|JOG|11 yang merupakan rangkaian kegiatan ART|JOG|11 tahun lalu, kurator Bambang ‘Toko’ Witjaksono mengetengahkan tajuk “Looking East – A Gaze Upon Indonesian Contemporary Art” sebagai kerangka kuratorial untuk ART|JOG|12. Tema ini diangkat sebagai upaya untuk kembali mencari dunia ‘Timur’ sebagaimana dulu negara-negara Barat berlomba-lomba mencari hasil bumi dan bahan mentah sampai di kawasan Timur, termasuk Indonesia.

Dalam diskusi tahun lalu itu, Thomas Berguis, peneliti dan dosen Sidney University, menyatakan bahwa dari perspektif Asia Tenggara, Indonesia adalah pusat dunia karena dinamika dan pertukaran budaya yang terjadi di Indonesia, termasuk di dalamnya seni yang terjadi karena hubungan orang-orang di dalamnya. Kondisi ini berubah secara bertahap sehingga kita perlu mengubah perspektif kita. Masa depan telah ada di Indonesia.
Sebelumnya Lorenzo Rudolf, Direktur Art Basel, dalam diskusi yang sama juga menyatakan bahwa ia terkesan dengan skena seni Indonesia yang kuat, sebuah skena yang benar, yang tidak hanya dipenuhi dengan seniman-seniman. Menurutnya tidak ada banyak skena seni yang kuat di Asia secara kuantitas. Skena seni bukanlah akumulasi dari seorang seniman. Indonesia hanya bisa dibandingkan dengan Cina dan India.
Kedua pernyataan di atas seolah menajamkan kontradiksi dalam dunia seni rupa Indonesia. Walaupun tidak memiliki infrastruktur yang memadai, termasuk boleh dibilang absennya pemerintah, ternyata seni rupa Indonesia semakin berkibar di kancah Asia, bahkan dunia.

Dengan tema dan kerangka pemikiran itu, masyarakat diharapkan bisa melihat lebih jeli apa yang sedang berlangsung di kawasan Timur dunia, terutama di Indonesia, dengan membaca ulang dan memposisikan diri di tengah perkembangan yang terjadi di dunia Timur dalam hubungannya dengan situasi global saat ini. Tidak sebagaimana bangsa Barat melihat Timur.
ART|JOG|12 yang akan diselenggarakan dari tanggal 14 sampai 21 Juli 2012 di Taman Budaya Yogyakarta merupakan perhelatan ART|JOG yang ke-lima. Dengan memposisikan diri sebagai art fair-nya seniman, ART|JOG bertujuan untuk mempromosikan pencapaian para seniman kepada pasar seni rupa lokal dan dunia. Sejak awal diselenggarakannya pada tahun 2008, ART|JOG telah menjadi salah satu event seni budaya bergengsi di Indonesia yang mampu menarik para kolektor dan pencinta seni dari kawasan Asia dan dunia.
Tahun ini sebanyak 883 seniman dengan 1.692 karya mengajukan aplikasi untuk ikut berpartisipasi dalam open call application yang berlangsung dari 1 Maret sampai 15 Mei 2012. Dari semua aplikasi yang masuk itu akhirnya terseleksi 195 karya dari 150 seniman yang berasal dari Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bali, dan kota lainnya di Indonesia, serta dari negara Malaysia, Filipina, Singapura, Swiss, Australia, dan Liechtenstein.
Untuk program commision work, ART|JOG|12 mengundang I Made Widya Diputra dan Joko Dwi Avianto untuk mengubah tampilan fasad dan area pintu masuk lokasi penyelenggaraan. Sedangkan Angki Purbandono diundang untuk membuat site specific installation di dalam area ruang pamer.

Sementara karya Ashley Bickerton dari Amerika Serikat dan Wim Delvoye dari Belgia akan ditampilkan dalam program presentasi khusus. Presentasi khusus ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi publik untuk bisa melihat dan mengalami kehadiran karya-karya seniman internasional yang selama ini mungkin hanya bisa dilihat gambarnya dari buku atau situs internet. Ashley Bickerton dan Wim Delvoye juga akan hadir dalam acara Artist Talk yang akan diselenggarakan pada tanggal 15 Juli 2012.
Program khusus Institution Visit yang diselenggarakan khusus untuk pelajar dan mahasiswa tahun ini akan mengunjungi Indonesia Visual Art Archive, MES 56, dan Studio Grafis Minggiran. Program ini bertujuan untuk memperkaya pengetahuan publik perihal infrastruktur pendukung dunia seni rupa Indonesia. Program ini akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2012 dan peserta yang tertarik bisa mendaftarkan diri di meja resepsionis ART|JOG|12.
ART|JOG|12 akan dibuka oleh Wim Delvoye pada tanggal 14 Juli 2012 pukul tujuh malam dan juga akan dimeriahkan oleh Orkes Sinten Remen. (*)
Berita Terkait












