Teks & foto: Willam Nasution
Bandung- “Siap tidak siap, masa depan hadir sekarang!” Itulah pernyataan pembuka dari Arief Budiman dalam acara Berbagi Ide Segar yang kali ini mampir ke Bandung.
Berbagi Ide Segar di Bandung berlangsung pada hari Kamis, 21 Juni 2012, bertempat di Sixty Meeting Point di bilangan Naripan. Bandung menjadi kota ke 33 dalam rangkaian tur 40 kota yang dijalani Arief Budiman dan tim Berbagi Ide Segar selama 40 hari.
Menurut Mas Arief hal pertama yang harus kita lakukan dalam bisnis kreatif adalah do what you love and love what you do. Pada awalnya memang tidak akan mudah, tapi perlahan jika kreatifitas berlandaskan niat baik maka pasti akan berhasil.
“Pada awalnya kita harus berani untuk ‘puasa’, tapi pada akhirnya kita akan menemukan kenikmatan yang tidak terlukiskan. Ibaratnya seperti ‘buka puasa’,” jelasnya.
Untuk itu kita harus fokus dan konsisten dalam berusaha. Berbagai kendala yang kita hadapi selama perjalanan seharusnya menjadi sebuah tantangan.
“Orang kreatif itu melihat masalah sebagai peluang,” cetusnya, “Jangan sampai kita hanya mengeluh tapi tidak melakukan apa-apa.”
Hal selanjutnya yang Mas Arief tekankan adalah untuk mendengarkan inner voice dan bukannya noise. Menurutnya yang sering gagal dipahami orang adalah justru apa yang sebenarnya ingin dia lakukan. Pada kenyataannya kebanyakan orang hanya berpikir pendek dengan bekerja hanya sekedar untuk mencari uang.
“Lalu peninggalan apa yang bisa kita berikan pada anak-cucu kita nanti?” tanyanya.
Seringnya kita berpikir pendek itu ditunjukkan Mas Arief dengan bukti tidak adanya penemuan hebat yang pernah dimiliki oleh negara kita. Menurutnya itu semua adalah akibat dari tahyul bahwa, “Bekerja adalah syarat mencari uang, padahal sebenarnya bekerja adalah syarat agar uang mencari kita,” ucapnya.
Uang dan keberhasilan akan menghampiri kita jika kita bekerja dengan sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan itu, segala pekerjaan yang kita lakukan benar-benar karena cinta itu, akan menciptakan sebuah bisnis yang otentik. Karenanya penting juga menurut Mas Arief agar kita tetap menjaga jiwa kekanak-kanakan.
“Anak kecil itu tidak pernah banyak berbicara, tapi bertindak,” ucapnya memberikan salah satu contoh.
Selain itu Mas Arief mengungkapkan bahwa pada saat ini kesalahan fundamental yang terdapat dalam bangsa kita adalah terdapat pada mindset (pola pikir). Sebagai bangsa yang pernah terjajah kita memiliki suatu mental creativity block, sehingga hal itu membatasi kreativitas kita. Di antaranya adalah sifat minder juga tidak fokus.
Baginya fokus adalah kemampuan berkata tidak. “Jika kita terbiasa mengatakan ya pada hal yang tidak penting, maka kita akan terbiasa juga mengatakan tidak pada hal yang penting.”
Maka dari itu mental bangsa ini harus kita ubah menjadi mental seorang juara. Dengan begitu setiap masalah yang kita temukan sepanjang perjalanan akan dapat kita hadapi.
Dan apa yang diutarakan Mas Arief dalam acara Berbagi Ide Segar malam itu sebenarnya merupakan suatu tantangan bagi kita. Apakah kita mau mengubah pola pikir dan mental kita agar menjadi bangsa yang kreatif? Apakah kita sudah siap dengan masa depan yang sudah hadir pada saat ini? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang harus kita jawab bersama.
Acara Berbagi Ide Segar Bandung berakhir pada pukul 21.00 WIB. Sebelumnya diadakan juga talkshow bersama Sindo Radio, acara bermain bersama Kummara, stand up comedy, serta presentasi dari sedekahrombongan.com. Setelah dari Bandung Mas Arief Budiman bersama tim akan kembali menggelar ide segarnya di kota Tasikmalaya. Sampai jumpa dengan ide-ide segar berikutnya! (*)













