Teks dan Foto : Ifan F. Harijanto
Jakarta – Anak-anak berlarian mengitari sebuah sirkuit drift, yang lainnya sibuk mengendalikan mobil yang sedang berada di sirkuit dengan menggunakan sebuah joystick. Sementara itu anak-anak yang masih berusia 1-3 tahun hanya bisa ikut menyaksikan kendaraan-kendaraan yang sedang beradu balap di arena yang dinamakan Tokyo Drift. Arena tersebut adalah sebuah area permainan yang disiapkan sebuah dealer mobil di Bobo Fair di Jakarta Convention Centre 4-8 Juli 2012.


Sesuai dengan tema Bobo Fair kali ini, yaitu “Journey To The World“, pihak penyelenggara mendesain sedemikian rupa area Bobo Fair dengan menghadirkan miniatur-miniatur bangunan bersejarah dunia yang menjadi keajaiban dunia, di antaranya seperti Borobudur, Menara Eifel, Colloseum, dan Piramida. Area miniatur ini menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto-foto.
Area masuk Bobo Fair juga dibuat sedemikian rupa oleh Garuda Indonesia sebagai sponsor dengan mengaplikasikan sebuah badan pesawat yang besar dan di dalamnya terdapat elemen-elemen yang ada di pesawat. Jadi para pengunjung yang akan masuk ke area Bobo Fair, terlebih dahulu melewati badan pesawat sebagai pintu masuknya.

Memasuki Area Bobo Fair pengunjung yang rata-rata merupakan orangtua dan anaknya, akan disuguhkan berbagai macam permainan yang sengaja disediakan oleh para pengisi stand Bobo Fair yang rata-rata adalah produk susu dan peralatan balita. Anak-anak tentunya merasa senang mengunjungi Bobo Fair yang seperti sebuah arena bermain terbesar yang pastinya menyenangkan.
Tidak sedikit juga stand yang menawarkan untuk melatih keterampilan dan kreativitas anak dari mulai usia satu tahun sampai lima tahun. Usia ini merupakan usia potensial untuk bisa melatih motorik dan kreativitasnya agar bisa berkembang. Untuk anak-anak usia lima tahun ke atas, bahkan para orangtua, bisa mengikuti Lukis Kaos yang diadakan oleh POT (Paint On T-Shirt), lalu hasil lukisannya bisa dibawa pulang.


Bobo Fair yang berlangsung selama lima hari diisi dengan berbagai macam lomba. Pesertanya yang merupakan anak-anak yang masih lugu, lucu, dan polos tidak jarang membuat suasana menjadi makin meriah. Dunia anak-anak memang tidak terlepas dari bermain. Akhir-akhir ini banyak hak anak untuk bermain yang sudah diintervensi orangtuanya untuk bisa ini-itu padahal itu seharusnya bisa dilakukannya setelah melepas masa balita.
Peran orang tua yang besar untuk mendidik anak harus lebih besar dibanding peran pengasuh maupun pengajarnya, karena orangtua sejatinya mempunyai ikatan batin yang kuat dengan anaknya, sehingga akan lebih memahami dan mengerti apa yang anak-anak butuhkan. Namun kehidupan urban yang telah membentuk lingkungannya tersendiri, membuat anak-anak lebih banyak waktunya dengan pengasuhnya dibanding orangtuanya. Menyiasati hal seperti itu, maka orangtua penting untuk memberikan waktunya yang sempit dengan anak dengan kualitas yang tinggi sehingga anak tidak kehilangan dunia bermainnya bersama orangtuanya. Bobo Fair inilah yang kemudian menjadi sebuah acara yang memadukan peran orangtua dan berbagai macam sarana kreativitas yang disuguhkan, sehingga bisa menjadi salah satu cara berkualitas untuk mendekatkan anak dan orangtua.


Stand Booth yang menarik perhatian pengunjung tidak terlepas dari peran para kreator dan desainer yang turut terlibat, sehingga membuat acara Bobo Fair menjadi sebuah pesta bermain anak. Industri kreatif Indonesia lambat laun merangkak untuk mendapatkan peran penting dalam perhelatan berbagai acara, sekarang telah dibutuhkan dan menjadi kewajiban acara-acara yang digelar dan dipadukan dengan kemasan yang menarik, sehingga pada akhirnya tentunya menjadikan ekonomi kreatif semakin berkembang. (*)
Berita Terkait :












