Teks & foto: Intan Larasati
Jakarta – Hujan selalu memunculkan beragam cerita. Bagi masing-masing orang, hujan punya kisahnya sendiri, baik yang sedih maupun bahagia. Inilah yang coba disampaikan oleh 8 penutur hujan, sekumpulan penggiat sosial media yang menuliskan 11 cerita yang terinspirasi oleh hujan. Delapan penutur hujan itu adalah Ainun Chomsun, Fajar Nugros, Hanny Kusumawati, Karmin Winarta, M. Aan Mansyur, Mumu Aloha, Ndoro Kakung, dan Wisnu Nugroho.
Bertempat di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jumat (22/7), kumpulan cerpen yang diberi judul Perempuan yang Melukis Wajah diluncurkan. Sejumlah tamu yang terdiri dari tamu undangan dan pers terlibat dalam diskusi santai bersama Ndoro Kakung, salah satu penulis, dan Nukman, pengamat sosial media. Diskusi yang dimoderatori oleh Lucy Wiryono ini membahas banyak hal, mulai dari sosial media hingga alasan di balik pembuatan buku ini.
Menurut Ndoro Kakung, mereka menulis cerita berdasarkan hujan adalah karena kecintaan mereka pada sang pujangga Sapardi Djoko Damono, terutama pada puisinya yang berjudul Hujan Bulan Juni. Itu juga yang mendasari peluncuran buku kumpulan cerpen ini dilaksanakan di bulan Juni.
Jadi, apa yang terpikirkan olehmu ketika mendengar kata ‘hujan’? (*)










