Teks & Foto: Willam Nasution
Bandung - Selama tiga malam, dari Kamis-Sabtu 5-7 Juli 2012, hutan kota Babakan Siliwangi dihiasi oleh orkestrasi cahaya. Acara yang diselenggarakan oleh Bandung Creative City Forum (BCCF) ini menjadi gelaran pertama sekaligus pembuka Helarfest 2012 yang akan diadakan hingga bulan Oktober mendatang.
Lightchestra telah membuktikan bahwa hutan kota berbeda dengan hutan belantara. Letaknya yang berada di tengah kota justru bisa menjadi suatu wadah berkumpul warga untuk menunjukan berbagai kreatifitasnya.
Selain laser show, berbagai kegiatan lain diadakan juga di tengah hutan itu, seperti workshop, community gathering, dan pertunjukan. Berbagai komunitas maupun performance juga melakukan kolaborasi dalam Lightchestra. Di antaranya dapat kita lihat pada Kamis malam bagaimana ketika tengah beraksi para penari dari Shuffle Dance Bandung didokumentasikan langsung oleh BULB (Barudak Urban Light Bandung). Kemudian hasil foto mereka langsung ditunjukan pada para pengunjung.
Kolaborasi antar komunitas tersebut terjadi pula di malam-malam berikutnya, seperti kolaborasi antara band Homogenic dengan komunitas Urban Jedi Bandung. Lalu ada juga musisi Tesla Manaf dengan Bali Dancer, dan seterusnya. Sederet band dari berbagai genre juga ikut tampil dalam Lightchestra, seperti TittoTessa, Sampoerasoen, 70’s Orgasm Club, Teman Sebangku, Cozy Street Corner, Grace Sahertian, dan masih banyak lagi.
Sementara itu kesadaran lingkungan selama Lightchestra berlangsung dipromosikan oleh Greneration Indonesia dan Sahabat Walhi. APC Institute juga mengadakan workshop mengenai fotografi, sedangkan komunitas Layar Kita mengadakan nonton bareng dan diskusi mengenai film.
Ternyata begitu banyak manfaat yang bisa kita dapatkan dari hutan kota. Selain sebagai paru-paru kota, Babakan Siliwangi telah menjadi jadi ajang bertemu dan saling berapresiasi lintas komunitas. Berbagai kreativitas dapat tercipta juga dari sana. Untuk itu kelestarian hutan kota tersebut menjadi tanggung jawab kita semua, kiranya hal itu merupakan pesan utama dari diadakannya Lightchestra kali ini. Sebuah simfoni yang kita harapkan menjadi abadi.
Helarfest 2012
Lightchestra merupakan rangkaian acara yang sekaligus menjadi penanda dimulainya kembali Helarfest untuk tahun ini. Sebelumnya Helarfest pernah diselenggarakan oleh BCCF pada tahun 2008 dan 2009.
Dalam festival yang diusung oleh berbagai komunitas tersebut, diadakan beberapa pertunjukkan musik, kuliner, gathering komunitas, seni instalasi, dan lain sebagainya. Namun untuk Helarfest 2012 kali ini ada sebuah konsep baru yang ingin dipaparkan pada publik. Helarfest 2012 ingin merespon dan mengaktivasi ruang yang ada di kota, yaitu hutan kota, taman, kampung, dan sungai.
Karena itu pula setelah Lightchestra yang diadakan dari 5-7 Juli ini, Helarfrest 2012 akan berlanjut dengan Pruung Out! pada tanggal 9-12 Agustus, di Taman Gasibu, Kampoong Festival di Kampung Taman Sari pada tanggal 20-23 September, dan terakhir Cikapundung River Front Festival di Sungai Cikapundung pada tanggal 26-28 Oktober.
Keberhasilan Helarfest 2012 akan menjadi momentum kembalinya Helarfest bagi masyarakat Bandung. Helarfest dapat menjadi sebuah sinergi yang tentunya sangat baik bagi perkembangan kreativitas warga yang bermuara pada ekonomi kreatif. Menjadi sebuah semangat yang diharapkan dapat menular dan membangkitkan segala hal yang baik, bukan hanya di kota Bandung tapi juga di seluruh nusantara. (*)
Berita terkait
| Menumbuhkan Ragam Kesenian di Kebun Seni Taman Sari |
| Melukis Cahaya menjadi Karya Seni |
| Saatnya Bisnis Kuliner di NGADU IDE #9 |
| Festival : Dalam Suka dan Duka… |
| Nada Homogenic di Film Demi Ucok |













