Teks & foto : Ifan f. Harijanto
Jakarta – Perhelatan Jakarta Fashion Week 2013 memang masih lama digelar, namun gaung untuk Jakarta Fashion Week 2013 sudah dimulai di paruh akhir bulan Mei 2012. Bertempat di Balariung Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, kamis (31/5) Jakarta Fashion Week menggandeng British Council memberikan workshop kepada para desainer muda Indonesia dengan mendatangkan para pakar fashion ternama dari Centre for Fashion Enterprise (CFE) London. Sejak tanggal 29 – 31 Mei 2012 para peserta workshop mendapatkan kesempatan langsung untuk berdiskusi dan mempresentasikan karya desainnya di hadapan para pembicara dari CFE yaitu Wendy Malem Sebagai direktur dari CFE sejak tahun 2007 juga menjabat dekan fakultas Enterprise and International Development di London College of Fashion, kemudian juga hadir Angela Quaintrell seorang pakar ritel yang telah berpengalaman lebih dari 30 tahun, dan sebagai buyer pertama yang membeli koleksi Alexander McQueen. Dari CFE hadir juga Toby Meadows yang menjabat konsultan di CFE dan pernah bekerja untuk beberpa brand fashion ternama bersama para desainer kelas atas seperti Ralph Lauren, Gucci dan Vivienne Westwood. Dan yang terakhir sebagai pembicara adalah Sanjeev Davidson adalah konsultan brand ternama untuk fashion retailers di Inggris, pernah juga bekerja dalam pengembangan bisnis beberapa klien seperti Harrods, Nike, Reebeok dan True Religion.

Para pakar yang hadir di workshop yang bertema Fashion Bootcamp, A Path to Fashion Business Success, ini memberikan berbagai ilmu tentang strategi bisnis fashion untuk menembus pasar global, tips dan trik yang selama ini dilakukan oleh para brand ternama di dunia diberikan dan dipresentasikan oleh para pakar. Ini tentunya sangat bermanfaat untuk para peserta workshop yang rata – rata adalah para desainer muda yang baru dan akan memulai terjun di bisnis bidang fashion. Para peserta yang terpilih itu adalah 8 desainer muda Indonesia yaitu Albert Yanuar, Ari Seputra (Major Minor), Barli Asmara, Carline Darjanto dan Ria Sarwono (Cotton Ink), Dian Pelangi, Imelda Kartini (Bretzel), Jeffry Tan dan Yosafat Dwi Kurniawan. Mereka mendapatkan ilmu yang berharga selama 3 hari penuh, dimana hari pertama dan kedua khusus untuk 8 desainer terpilih dan di hari ke 3 para desainer ini menampilkan karya – karya rancangannya di booth yang sudah disediakan dan dihadiri juga oleh para undangan yang berjumlah 100 lebih yang terdiri dari para desainer, mahasiswa dan juga buyer. Selain mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat para desainer terpilih juga mendapatkan bimbingan untuk memperkuat fondasi bisnis para desainer agar dapat mengembangkan brand dalam lingkup lokal maupun global. Namun tidak hanya sekedar workshop saja yang didapatkan, CFE juga akan menilai kinerja para peserta dan akan memilih desainer terbaik untuk tampil di panggung JFW2013 dan meraih kesempatan tampil di panggung mode London.

Dalam wawancara dengan para peserta workshop mereka sangat antusias dan merasa bangga bisa terpilih dan mendapatkan kesempatan langka seperti ini, Dian Pelangi mengungkapkan bahwa dengan mengikuti ini bisa mengetahui apa kelebihan dan kekurangan dari desain yang dibuat, dan harapannya acara ini bisa diperluas lagi tidak hanya di Jakarta namun juga di daerah – daerah. Dian juga berharap para pengrajin dilibatkan untuk bisa menghasilkan karya yang Indonesia banget, dan terakhir Dian sangat berterima kasih kepada JFW yang telah menjembatani para desainer untuk bisa go internasional.
Sementara itu Albert Yanuar mengungkapkan bahawa untuk bisa menjadi produk yang masuk pasar global tidak hanya mempunyai identitas namun hasrus mempunyai juga kapabilitas, di workshop setiap peserta menjadi tahu bagaimana pemilihan kualitas bahan yang baik, pengembangan ide dan cara menentukan harga , harapannya adalah ingin menguasai pasar asia dan kemudian Eropa.
Carline Darjanto dari Cotton Ink merasa workshop ini sangat penting dan mempunyai manfaat yang besar, disini bisa mengetahui bagaimana industri fashion global itu bekerja sehingga bisa menguasai pasar global dan bagaimana menghadapi tantangan lokal utnuk terus berkembang, harapannya acara ini bisa di teruskan dan semoga banyak lagi desainer muda Indonesia yang bisa mengikutinya.

Di hari terakhir Fashion Dvelopment Program diadakan juga Press Conference JFW 2013 oleh ibu Svida Alisjahbana selaku ketua umum JFW 2013 menjelaskan bahwa JFW menyadari bagaimana ambisi besar para desainer muda untuk bisa memperluas pasar secara global.
“Kreativitas mereka harus didukung dengan pengetahuan dalam mengelola bisnis fashion yang kian dinamis, workshop yang diadakan ini sangat penting untuk mengenal berbagai instrument penting dalam bisnis fashion agar lebih terarah dan dan siap menjawab tantangan dunia fashion global, dan yang lebih penting adalah program ini sejalan dengan tema JFW tahun ini , Indonesia Today, The World Tomorrow.” Jelas Svida pada kesempatan tersebut.
Kemudian Bapak Ukus Kuswara Dirjen Nilai Seni Budaya dan Film Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia selaku perwakilan pemerintah menggungkapkan bahwa Sub Sektor Fashion memiliki kontribusi terbesar untuk ekonomi kreatif Indonesia yang total ekspor mencapai 89 triliun dari tahun 2002 sampai 2010, dan harapannya Indonesia tidak hanya dikenal dari alamnya dan keramahannya, namun dari kreatifitasnya juga bisa dikenal dan mendunia dan tujuan Indonesia menjadi destinasi fashion dunia bisa tercapai.
Sementara itu Mark Crossey dari Program Director of British Council di Indonesia menambahkan bahwa Tim Arts BC secara global bekerja untuk menghadirkan rancangan kontemporer yang terbaik dari Inggris dan Negara – Negara lainyang memungkinkan pertukaran kreatifitas. Pertukaran kreatifitas antara Inggris dan Indonesia ini sangat pentingkarena akan menguntungkan secara ekonomis bagi kedua Negara. Melalui kolaborasi karya Inovatif ini semoga saling melengkapi untuk masyarakat kedua Negara juga untuk masyarakat internasional.

Kerjasama JFW dan British Council telah terjalin sejak tahun 2009 ketika Oscar Lawalata dan Laura Miles desainer tekstil asal Inggris mengeplorasi tenun ikat asal flores untuk menghasilkan karya mengagumkan di panggung Jakarta Fashion Week 2010/2011. Tahun ini acara Jakarta Fashion Week didukung kembali oleh Mazda Motor Indonesia dan di sponsori oleh The Body Shop dan PT. L’Oreal Indonesia dan tentunya dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Perkembangan dan Geliat para desainer serta pelaku Industri Fashion di Indonesia saat ini mendapatkan angin segar dari berbagai pihak, serta dukungan pasar yang potensial untuk bisa memajukan Industri Kreatif sub sektor Fashion tersebut, namun Indonesia sendiri sebenarnya masih terkendala dengan barang – barang illegal dan palsu serta pembajakan yang masih marak di berbagai bidang tidak terkecuali di bidang fashion. Sangat disayangkan apabila hal – hal seperti ini yang justru akan menghambat kepercayaan internasional terhadap produk Indonesia yang akan go Internasional. Kerjasama dari berbagai pihak terkait perlu ditingkatkan untuk menekan bahkan membebaskan pasar dari barang illegal, palsu dan bajakan. Tentunya juga masyarakat sebagai pengguna harus sadar bahwa penggunaan barang illegal, palsu dan bajakan merupakan perampasan hak kekayaan intelektual, semoga akan tumbuh kesadaran di masyarakat dengan didukung penegakan hukum yang transparan.












