Teks dan Foto Tri Damayantho
Bandung – Beberapa tahun belakang ini sosial media mempunyai peran yang dominan di dalam masyarakat. Dimulai dengan me-”ledak”-nya Facebook sampai peran Twitter yang sudah bisa menyaingi media mainstream. Indonesia, sebagai salah satu negara yang mempunyai jumlah penduduk terbanyak didunia dengan cepat menyerap dan menggunakan sosial media, baik untuk berkomunikasi dengan keluarga, teman, kolega, sampai menggunakannya untuk berdagang dan menjalankan bisnis.
Pada Jumat (3/2) kemarin Ngadu Ide (Ngobrol Asik Dunia Usaha & IDE) mengangkat tema “Twitter Untuk Bisnis” dengan menghadirkan pembicara utama Anto Motulz aka @Motulz dari PT SalingSilang, Dimas Ginanjar Merdeka aka @bobmerdeka dari Maicih dan Fadilla Taurizqua aka @ikazain dari Akademi Berbagi. Awalnya kang Cipta aka @cipzie dari @infobdg akan menjadi salah satu pembicara, tetapi karena sesuatu dan lain hal beliau berhalangan.
Hujan yang mengguyur Kota Bandung pada siang menjelang sore cukup merepotkan panitia dan peserta dalam melakukan persiapan menjelang acara. Seperti biasa, acara Ngadu Ide tidak hanya talkshow, tetapi juga ada mini ekshibisi yang disebut “Teras Ide”. Teras Ide ini menggunakan sebagian ruangan Boeminini yang berlokasi di jalan Purnawarman 70 untuk dijadikan suatu mini ekshibisi. Sesuai dengan aturan dari pihak panitia, pada pukul 5 sore para peserta Teras Ide mulai mencari dan menata booth masing-masing. Sekitar 15 peserta mini ekshibisi “Teras Ide” sibuk mengatur dan mendekorasi jatah space mereka yang berukuran 50 x 50 cm itu. Tidak seperti ekshibisi biasanya, Teras Ide melarang penggunaan x-banner, dan uniknya juga, untuk lokasi stand tidak ditentukan, tetapi dengan prinsip siapa cepat dia dapat. Alhasil terjadi keriuhan seru diantara para peserta Teras Ide.
Acara yang sedianya dimulai pukul 18.30 akhirnya dibuka dengan wawancara Marketeers Radio dengan Ben Wirawan dari Mahanagari. Ngadu Ide #5 kali ini terasa spesial karena pertama kalinya disiarkan secara live Streaming oleh Marketeers Radio. Dalam wawancara ini Ben Wirawan menjelaskan sekilas mengenai Ngadu Ide dan awal berdirinya. Ben juga mengajak para wirausahawan muda untuk berpartisipasi di acara yang berlangsung setiap hari Jum,at minggu pertama di setiap bulannya ini. Lalu Marketeers radio mewawancarai salah satu peserta Teras Ide yang mempunyai usaha kaos “Gurita Pernik” dengan konsep “Barang-Barang Gak Penting”. Konsep “Gurita Pernik” ini sekilas seperti Dagadu Jogja atau Joger, tetapi perbedaan nya adalah tulisan di kaos ini memang “gak penting”.
Setelah itu beberapa kru membersihkan teras tempat talkshow biasa berlangsung, ternyata akan dimulai penampilan dari Wild Mild aka @wild_mild dalam “Unjuk Kabisa” untuk berdansa dan menari. Di mulai dengan iringan musik dari Yann Tiersen “La Valse D’Amelie ” 6 penari dengan enerjik memperlihatkan kebolehan mereka. Wild Mild sendiri adalah sekolah dansa dan hiburan yang telah berdiri sejak tahun 1999 serta sudah banyak meraih berbagai perhargaan tingkat nasional. Setelah itu berturut-turut “UNJUKIde” dari Ben Wirawan dengan konsep kaosfan.com, kemudian dilanjutkan Perca-Perca, Eweuh dan Lampu Hias, suatu ide pemanfaatkan limbah plastik untuk di jadikan lampu hias.
Pada sesi berikutnya, acara talkshow dipandu langsung oleh Ben Wirawan (Mahanagari) dengan topik “Twitter Untuk Bisnis”. Motulz membagi ilmunya dengan menjelaskan sejarah sosial media dan bagaimana peranan sosial media di masyarakat saat ini. Motulz juga menambahkan sosial media bisa bermanfaat bisa pula berdampak buruk.
“Selalu ada dua mata pisau di segala hal. Sosial media punya manfaat yang banyak, tapi pasti ada bahayanya. Hadapilah !!! “ pungkasnya
Selain itu Motulz memberikan informasi mengenai kapan saat yang tepat untuk melakukan promo di twitter.
“Pagi hari adalah saat yang bagus, orang baru berangkat kerja dan biasanya sambil ngetwit, lalu ketika masuk kantor mereka biasanya langsung membuka facebook. Lalu ketika saat makan siang tiba, twitter aktif kembali, barulah antara pukul satu siang sampai kira-kira pukul tiga merupakan traffic yang rendah, dan akan ramai lagi saat sore menjelang malam, tetapi twit nya biasanya negatif” tambahnya saat menjelaskan hasil analisa data dari mesin salingsilang.
Lalu ada Dimas Ginanjar Merdeka yang berbagi pengalamannya ketika mendirikan usaha Maichi-nya. Maichi adalah usaha yang dirintis ke sekian kalinya oleh Dimas Ginanjar Merdeka aka @bobmerdeka , tetapi dia tidak pernah menyerah. Saat memulai bisnis kripiknya (saat itu belum bernama Maichi), Dimas rela mengantar sendiri barang dagangannya langsung ke pelanggan. Kemudian Dimas mulai melirik ke media sosial, salah satunya twitter. Walaupun awalnya masih melakukan hard selling , akhirnya Dimas menemukan formulasi yang tepat untuk memasarkan produknya melalui media sosial twitter. Kemudian Fadilla Taurizqua aka @ikazain Kepala Sekolah Akademi Berbagi Bandung menceritakan pengalamannya saat membentuk Akademi Berbagi Bandung, yang pada saat melakukan publikasi benar-benar memanfaatkan sosial media, tetapi untuk perkuliahannya sendiri berlangsung offline.
Hampir 3 jam lebih, acara Ngadu Ide #5 dengan tema “Twitter Untuk Bisnis” berlangsung. Banyak manfaat yang didapat oleh para pengusaha muda, baik yang sudah menjalankan maupun yang baru mulai menjalankan. Hampir dalam setiap event selalu ada muka baru yang muncul yang menandakan bahwa acara Ngadu Ide sudah tersebar secara viral, dari mulut ke mulut. Dan tentunya harapan para peserta yang terdiri dari calon pengusahan dan pengusaha pemula di dalam komunitas semakin besar.
Sampai ketemu di Ngadu Ide #6 !!
NgaduIde adalah salah satu acara yang didukung penuh oleh indonesiakreatif.net













