Teks & Foto: Jaya Liem

Pada tahun 2004, Teater Garasi sempat menorehkan sejarah dalam dunia pertunjukan teater kontemporer Indonesia dengan karya pertunjukan Waktu Batu #3: Deus ex Machina and My Feeling For You. Karya pertunjukan itu dianggap mendobrak dan fenomenal, karena menampilkan unsur sejarah budaya daerah dalam bentuk yang dipengaruhi oleh kebudayaan global, dan bukan sebaliknya seperti yang biasanya dilakukan oleh berbagai kelompok teater kontemporer Indonesia pendahulunya.
Bagi Teater Garasi sendiri, persiapan pembuatan karya Waktu Batu #3 juga merupakan saat bersejarah karena itulah langkah awal mereka menjadi sebuah laboratorium penciptaan karya teater. Dengan konsep sebagai laboratorium, Teater Garasi membuka pintu lebih luas untuk kemungkinan penciptaan karya dengan melibatkan orang-orang di luar teater dan membuat karya interdisipliner.
Selain unsur cerita dan unsur visual yang menarik dalam Waktu Batu #3, unsur musik juga menjadi bagian penting. Dalam karya pertunjukan itu, kelompok musik Melancholic Bitch diajak berkolaborasi untuk membuat musik dan bahkan tampil langsung sebagai bagian dari karya pertunjukan itu.

Semenjak itu banyak karya pertunjukan Teater Garasi, baik karya kelompok maupun karya perorangan, yang menghadirkan musik dan pemain musik. Apalagi setelah tahun 2009, sesudah Teater Garasi yang semula adalah kelompok berubah menjadi kolektif seniman yang memungkinkan interaksi yang lebih cair, terbuka, dan luwes dengan pihak yang diajak berkolaborasi.
Je.j.a.l.a.n., Tubuh Ketiga, Medea Media, Goyang Penasaran, dan Disko adalah karya-karya pertunjukan produksi Teater Garasi yang di dalamnya unsur musik mempunyai porsi cukup penting. Dalam produksi-produksi itu mereka ternyata mengalami kesulitan, karena tidak memiliki fasilitas studio pengolahan suara, dan untuk itu biasanya mereka menyewa studio pengolahan suara yang cukup memakan anggaran produksi. Terkadang anggaran yang terbatas membuat mereka harus bekerja dengan cepat dan mengakibatkan hasil yang dicapai tidak maksimal. Saat-saat seperti itulah yang membuat Teater Garasi bermimpi untuk memiliki fasilitas studio.
Mimpi itu akhirnya bisa terwujud dan pada hari Rabu malam tanggal 8 Agustus 2012, Teater Garasi mengumumkan dan memperkenalkan fasilitas studio baru mereka yang diberi nama Pintu Kecil Lab. Studio kecil yang juga menempati area yang sama dengan studio latihan dan kantor Teater Garasi di daerah Bugisan, Yogyakarta, akan digunakan untuk paska produksi suara dan gambar bergerak, serta memungkinkan juga untuk digunakan sebagai studio rekaman kecil.

Studio baru ini tidak hanya digunakan untuk keperluan Teater Garasi sendiri, namun terbuka untuk umum. Fasilitas pengolahan suara dan gambar bergerak ini melayani pekerjaan mixing, mastering, dan desain suara yang dikerjakan ‘in the box’, yaitu dengan menggunakan perangkat lunak, karena perangkat suara dan instrumen musik yang tersedia masih belum lengkap.
Untuk menandai secara resmi mulai beroperasinya Pintu Kecil Lab, malam itu juga diadakan sebuah konser kecil dengan menghadirkan kelompok musik Belkastrelka, Risky Summerbee & The Honeythief, serta Melancholic Bitch. Ketiga kelompok musik ini memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Teater Garasi, dan beberapa personilnya adalah penggagas berdirinya studio baru itu.
Saat ini fasilitas baru ini sudah beroperasi dengan proyek pertamanya, yaitu penggarapan tata suara untuk karya pertunjukan Gandamaya yang diangkat dari karya novel Putu Fajar Arcana dan akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 4 dan 5 September 2012. Setelah itu akan digunakan untuk mastering soundtrack karya pertunjukan teater boneka Papermoon dan rekaman sandiwara radio Goyang Penasaran.












